Beda Buy Limit dan Buy Stop

Beda Buy Limit dan Buy Stop dalam Trading

Memahami beda buy limit dan buy stop akan sangat berguna dalam otomatisasi trading. Tanpa memahami setidaknya dua aspek tersebut Anda tidak akan dapat melakukan open posisi pembelian secara otomatis.

Pada pembahasan kali Anda belajar mengenai beberapa istilah terkait materi utama tadi. Karena selain mengetahui perbedaannya saja akan lebih optimal jika memahami fungsionalitasnya dalam trading.

Sehingga kemampuan Anda dalam mengoptimalkan teknik trading akan lebih bagus lagi. Pemahaman terkait limit dan order adalah dasar dalam otomatisasi trading para pedagang pendatang baru.

Kita akan menggunakan keduanya secara sering terutama ketika hendak melakukan hedging. Namun kami tidak akan secara spesifik membahas bagaimana melakukan hedging hanya dasar tentang otomatisasi tadi.

Apa saja pembahasannya sudah kami siapkan materi berikut ini sehingga dapat dijadikan sebagai acuan. Tanpa pemahaman tersebut Anda akan lebih sulit dalam melakukan pengaturan kapan short atau long.

Ini Beda Buy Limit dan Buy Stop

Secara umum keduanya jelas berbeda karena perintah limit dan stop berada pada posisi berlawanan. Jadi misalnya kita masuk dalam limit baik itu atau sell mereka baru akan bekerja ketika mencapai limit tersebut.

Sedangkan perintah stop adalah order dimana sebuah transaksi sudah terlaksana dan tinggal mencari titik hentinya saja. Jadi perbedaan keduanya ada dari waktu eksekusi dimana limit artinya akan sedangkan stop berarti sudah terjadi.

Dengan sedikit pemahaman dasar tersebut sepertinya Anda sudah mulai memahami seperti apa penggunaannya. Baik opsi pembatasan atau penghentian sendiri keduanya dapat kita gunakan untuk memudahkan transaksi beda buy limit dan buy stop.

Untuk lebih jelas terkait penggunaan order akan kami buatkan segmen tersendiri agar lebih mudah dipahami. Sampai di sini tentu Anda sudah dapat mengira bahwa penggunaan pembatasan dan penghentian memang berbeda.

Keduanya hanya dapat dipakai secara bertolak belakang dalam sebuah transaksi mata uang tertentu. Tidak bisa kita memasang keduanya dalam satu posisi karena memang dari segi posisi juga berbeda beda buy limit dan buy stop.

👉 TRENDING:  4 Alasan Mengapa Anda Harus Memulai Bisnis Online

Buy limit sendiri biasanya dibuat pada saat market sedang bearish, sedangkan buy stop dipakai ketika bullish. Ini memang pemahaman paling bodoh dari sebuah kegiatan trading mata uang asing.

Untuk apa kita memperpanjang pembahasan seperti ini hanya untuk mengetahuinya saja. Pada segmen berikutnya Anda akan kami berikan ilmu yang memang fungsionalitas beda buy limit dan buy stop.

Jadi tidak hanya sekedar membuang waktu terkait apa perbedaannya dan pengaruhnya saja. Kita akan masuk pada optimasi otomatisasi dasar bagi para trader pendatang baru agar kegiatan lebih mudah teratur.

Penggunaan Limit Order dalam Otomatisasi Trading

Akhirnya kita masuk dalam materi menarik bidang trading yaitu dasar otomatisasi forex. Kami tidak akan membahas bagaimana cara membuat EA sendiri karena itu bukan ranah Anda sebagai pemula.

Disini akan dijelaskan bagaimana melakukan eksekusi perintah pembatasan dalam transaksi. Sehingga Anda dapat mengimplementasikan analisis teknikal secara lebih rapi dan tepat pada posisi market.

1. Buy limit

Ini adalah perintah yang akan kita buat pada saat harga menyentuh threshold tertentu. Jadi dasarnya short limit itu mempercayai bahwa pada angka tersebut harga akan melakukan rubberbanding.

Sehingga kita membuka posisi di bawah ketika harga sedang turun namun meyakini sesaat lagi akan naik. Dengan menentukan parameter tertentu kita bisa melakukan reservasi harga lebih awal beda buy limit dan buy stop.

Ketika ini dilakukan maka kita tidak perlu terlalu tergesa dalam melakukan open posisi. Karena open posisi sudah kita lakukan terlebih dulu secara reservasi dan akan tereksekusi sesuai dengan perintah pembatasan tadi.

2. Sell limit

Ketika hendak melakukan open posisi sell kita juga dapat menggunakan perintah pembatasan. Misalnya market sedang bull namun khawatir akan terjadi rubberbanding dalam market.

Kita lakukan saja sell limit untuk menentukan dimana reservasi kita akan melakukan sell nantinya. Dengan melakukan reservasi posisi ini kita bisa menanti rubberbanding terjadi secara aman.

Tidak perlu tergesa dalam membuka posisi karena sudah mempersiapkan dari waktu sebelumnya. Strategi seperti ini tentu akan sangat optimal untuk masuk di posisi market terbaik beda buy limit dan buy stop.

👉 TRENDING:  Aplikasi Trading Online Terbaik di Laptop atau Komputer

Dengan menggunakan dua pemahaman dasar tersebut tentu saja Anda akan optimal mengimplementasikannya. Kita bisa kapan saja masuk untuk buat buy atau sell pada kondisi pasar secara fleksibel.

Penggunaan Stop Order dalam Otomatisasi Trading

Perintah penghentian ini pada dasarnya berfungsi sebagai batas kapan perdagangan anda harus berhenti. Jadi dengan menentukan batas tertentu kita bisa menutup posisi secara otomatis dalam perdagangan.

Ini adalah langkah krusial ketika kita hendak melakukan long trading dan menghindari kerugian besar. Sehingga tetapkan threshold tertentu untuk menghentikan perdagangan ketika mencapai angka tertentu.

Perintah ini jauh lebih penting dibandingkan sebelumnya karena sifatnya sebagai bentuk mitigasi. Anda para pemula sebaiknya memahami sehingga dapat mengimplementasikan lebih optimal.

1. Buy stop

Ini artinya kita meletakkan threshold dimana open posisi pembelian harus diakhiri. Memasang threshold terlalu rendah artinya keuntungan Anda tidak akan optimal dalam penutupan posisi beda buy limit dan buy stop.

Sedangkan memasangnya terlalu tinggi dapat membuat Anda tidak segera menutup posisi ketika peak profit. Ini adalah hal paling sulit memang untuk menentukan posisinya sehingga kita bisa tetap untung.

Ketika kita melakukan eksekusi short stop ini artinya semua perdagangan pembelian akan berhenti. Artinya penutupan posisi dapat berlangsung ketika mencapai threshold tertentu.

2. Sell stop

Ini merupakan pembuatan threshold kapan kita harus menahan posisi sell dalam market. Memasang terlalu jauh dari posisi awal artinya kita tidak akan segera menutup posisi untung.

Namun ketika memasang threshold ini terlalu dekat maka kita juga tidak bisa merasakan keuntungan optimal. Harus dipahami seperti apa kondisi market pada waktu itu beda buy limit dan buy stop.

Agar ketika melakukan dua perintah tersebut kita bisa memasang range optimal. Jangan sampai terlalu pendek jaraknya atau bahkan terlalu jauh karena tidak ada yang bagus ketika keduanya terjadi.

Dengan memahami perintah penghentian ini kita bisa menentukan kapan transaksi harus berhenti. Sehingga ketika diimplementasikan secara optimal trader dapat melakukan otomatisasi trading secara optimal.

👉 TRENDING:  Deretan Aplikasi Investasi Saham Yang Terdaftar Di OJK Wajib Dicoba

Implementasi Limit dan Stop Order yang Optimal

Untuk mengimplementasikan keduanya kita juga harus melihat pasar agar hasilnya tepat. Kami akan condong pada contoh short karena ini biasanya yang paling sering dilakukan oleh trader pemula beda buy limit dan buy stop.

Misalnya sebuah pasar sedang dalam kondisi bearish artinya harganya cenderung turun secara berkala. Namun berdasarkan analisis teknikal Anda mengira sebentar lagi akan terjadi reverse market.

Artinya posisi trend akan kembali naik untuk menyeimbangkan pasar yang sebelumnya menurun. Agar memperoleh keuntungan kita perlu melakukan open posisi pada harga short dibawah dengan trend beda buy limit dan buy stop.

Buy limit tersebut yang akan dijadikan threshold ketika harga pasar mencapai titik itu akan melakukan eksekusi pembelian. Jadi berdasarkan analisis tadi kita bisa mencuri start dengan reservasi posisi lebih awal.

Kemudian kita tetapkan juga threshold kapan aktivitas short ini akan berhenti dengan stop order. Tentukan nilai stop order setidaknya ketika mendekati fase rubberbanding agar tidak terlalu banyak rugi.

Lalu bagaimana ketika rencana ternyata tidak sesuai dengan perkiraan tadi apakah kita akan rugi. Tentu saja rugi namun dapat dibatasi dengan menggunakan order stop loss yang posisinya selalu berkebalikan dengan open posisi.

Jika Anda short maka stop loss posisinya akan berada di bawah angka pembelian. Tugasnya adalah untuk mencegah Anda merasakan rugi terlalu dalam ketika strateginya ternyata tidak sesuai perkiraan.

Dengan menggunakan beberapa metode tadi sekarang Anda dapat bebas melakukan otomatisasi trading. Jadi jangan hanya pahami beda buy limit dan buy stop saja namun seluruh perintah otomatisasinya.